Menu
UserWeb(Not Email)
Login
Password
 

untuk cek email di:WebMaiL
Last Comments
Autor:dee
Title:
Meninggal Ketika Sujud Di Masjid Nabawi
---------------------------
Autor:Hagai
Title:
TAHUKAH ANDA
---------------------------
Autor:A3Caff
Title:
Sebelum Kamu Menceraikanku, Gendonglah Aku
---------------------------
Autor:Rifqi Ridha
Title:
DEMO ANTI SYI'AH DI BANGIL
---------------------------
Autor:Nia
Title:
BATU GANTUNG Kebesaran Allah SWT
---------------------------
Autor:anak kodok
Title:
arti Dewasa bagi kaum ABG indonesia saat ini... :-(
---------------------------
Autor:Ahlan
Title:
Pemindahan Kubah Masjid: kubah terbang Desa Kailolo
---------------------------
Autor:Giju1
Title:
BATU GANTUNG Kebesaran Allah SWT
---------------------------
Autor:prawidiono
Title:
BATU GANTUNG Kebesaran Allah SWT
---------------------------
Autor:ahaln
Title:
Telah terbit web ELKAFF.COM 2007
---------------------------
Poll

Fal
Ajib
Khoyir
Mantap


Calendar
«    November 2008    »
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

News Article
  • Pemindahan Kubah Masjid: kubah ...
  • Stop penyebaran virus - Ninja ...

  • News Archive
    October 2008 (3)
    September 2008 (1)
    August 2008 (3)
    July 2008 (5)
    May 2008 (3)
    March 2008 (1)
    January 2008 (1)
    December 2007 (4)
    November 2007 (12)
    October 2007 (2)
    September 2007 (7)
    August 2007 (10)
    July 2007 (20)
    June 2007 (19)
    May 2007 (13)
    April 2007 (1)
    March 2007 (3)
    February 2007 (2)
    January 2007 (7)

    Pesan Chatbox
    ELKAFF.COM » History

    Masjid Alkaff (Upper Serangoon)
    alt
    Ditemukan lewat internet, masjid Alkaff yang berada di Singapore.
    Berikut kilasan diambil dari website nya:

    alt"This old generation masjid sited next to Darul Libanat, a girls’ orphanage, was built in 1920. The masjid located in the Central part of the island has undergone several renovation, its most recent one in 1998, in which the prayer hall was extended to accommodate a larger congregation of 2500 people. It serves the religious needs of the small Muslim residents in the area as well as office workers. Besides daily and Friday prayer, there are religious classes held at the masjid."

    alt


    Kemudahan tempat letak kereta
    Kemudahan tempat letak kereta

    Bilik darjar terbuka kami
    Bilik darjar terbuka kami

    Dewan Solat
    Dewan Solat

    Kuliah
    Kuliah

    Pemandangan dari luar masjid
    Pemandangan dari luar masjid

    Pejabat - Terletak di Tingkat Dua
    Pejabat - Terletak di Tingkat Dua

    Tempat beriadah
    Tempat beriadah

    Ruang solat wanita
    Ruang solat wanita

    Pemandangan dari dalam masjid
    Pemandangan dari dalam masjid

    Tempat wudhu
    Tempat wudhu


    By: Jawaad 18 July 2008
    Category: History
    Read More | Comments (0)
    Penemuan Tumpukan Kayu Bahtera Nabi Nuh as
    Pada bulan Juli tahun 1951, sebuah team riset Rusia di sekitar gunung Judi di perbatasan Uni Soviet dan Turki secara tidak sengaja, mereka menemukan beberapa kuburan tumpukan kayu-kayu yang telah bobrok yang tersusun secara luar biasa.

    Di antara tumpukan kayu tersebut ditemukan satu plat kayu yang berukuran sekitar 10 x 14 inci. Pada palat kayu tersebut terukir beberapa kalimat dalam bahasa kuno yang sudah tidak dikenal.
    By: Jawaad 5 November 2007
    Category: History
    Read More | Comments (1)
    AlKaff Yang Serba Cukup Berlabuh di Barabai
    Pelbagai macam versi mengapa Habib Ahmad sampai mendapat gelar AlKaff. Menurut satu keterangan, ketika Ahmad melakukan perjalanan ibadah haji ke Tanah Suci, ia mendapat rintangan di jalan. Ketika melintas di sebuah daerah berbukit, Habib Ahmad dan rombongan jemaah haji mendapati jalan di depan mereka penuh dengan runtuhan (longsoran) batu-batu besar dari bukit. Rombongan tak dapat lewat. Tak ada anggota rombongan yang mampu menyingkirkan batu-batu besar itu, kecuali Habib Ahmad bin Muhammad.

    Versi kedua, gara-garanya suatu ketika Habib Ahmad berhasil menaklukkan seseorang jagoan yang mempunyai kekuatan luar biasa. Kekuatan yang luar biasa itu dalam bahasa Hadramaut disebut 'Kaf'.

    Ada lagi versi yang lain tentang lahirnya gelar AlKaff. Dalam suatu berperkara di pengadilan, hakim meminta Habib Ahmad bin Muhammad menuliskan suatu kode. Beliau kemudian menuliskan huruf Kaf, maka sejak itu masyarakat memanggilnya dengan gelar AlKaff.

    Versi berikutnya, Habibi Ahmad bin Muhammad senang berdo'a menggunakan huruf yang banyak mengandung huruf Kaf.

    Do'a tersebut menurut satu keterangan diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW kepada beliau lewat mimpi. Do'a itu berbunyi: "Allah yang mencukupi, telah kudapati kecukupan. Setiap perkara ada yang mencukupi dan telah mencukupi pujian semua itu dari Allah SWT." Dari sini lantas lahir sebutan AlKaff.

    Ahmad bin Muhammad AlKaff dilahirkan di Kota Tarim, Hadramaut, dikaruniai 2 orang anak lelaki bernama Abubakar dan Muhammad. Waliyullah Ahmad bin Muhammad AlKaff wafat di Tarim tahun 911 H (1491 M).

    Belakangan, banyak anak keturunan Ahmad bin Muhammad AlKaff yang mampir ke Nusantara. Salah satu daerah yang paling banyak disinggahi adalah Palembang. Kota yang terkenal dengan makanan Mpek-mpek ini pada zamannya merupakan kota transit yang sering disinggahi para saudagar dari Hadramaut dan negeri-negeri jauh lainnya.

    Salah satu keturunan AlKaff yang bermukim di Palembang adalah seseorang yang juga bernama Ahmad (sama seperti leluhurnya). Ahmad tetap tinggal di Palembang hingga akhir hayatnya. Anaknya yang bernama Salim dari Palembang kemudian merantau ke Tanah Banjar. Entah bagaimana ceritanya Salim kemudian menetap di Barabai. Kemungkinan besar Salim memiliki famili di Kota Apam ini. Namun, Salim kemudian 'pulang kampung' ke tanah kelahirannya di Palembang, dan wafat di sana.

    Anak Salim yang bernama Muhammad lahir di kota sejuk yang dulu terkenal dengan sebutan Bandung van Java ini. Muhammad, dikenal dengan panggilan Habib Ci, inilah yang kemudian pindah ke Kampung Sungai Mesa, Banjarmasin.

    Kampung Sungai Mesa merupakan kampung tua. Dulu di wilayah ini berdiri rumah keluarga kesultanan Banjar. Di sini pula berdiam sejumlah keluarga Sayyid (Habib) yang ada di Banjar. Antara lain dari marga Assegaf, Alaydrus, dan AlKaff.

    Selain Habib Ci (Muhammad), Salim masih memiliki seorang putra bernama Abdullah. Anak-anak keturunan Abdullah saat ini juga tinggal di Banjarmasin.

    Muhammad memiliki putra bernama Alwi yang juga kelahiran Barabai. Alwi (telah almarhum) memiliki istri yang juga bermarga AlKaff. Syarifah Fetum, berusia sekitar 70 tahun, kini tinggal bersama putranya yang bernama Ibrahim.

    Dari jalur ayah dan ibunya, Ibrahim memiliki darah AlKaff murni. Kakek Ibrahim dari jalur ibu adalah Husin bin Hamid bin Alwi AlKaff. Hamid berasal dari Palembang yakni di wilayah 10 Ilir. Hamid datang merantau dari Palembang ke Banjarmasin.

    Sehari-hari Ibrahim bersama ibunya menunggui kios kecilnya di depan rumah mereka di Sungai Mesa. Yang menarik dari karakter Ibrahim adalah ia mengatakan sesuatu apa adanya. "Ana yang haq saja," katanya.

    Mungkin karena mewarisi ke-AlKaff-an leluhurnya, Ibrahim memiliki pengetahuan yang cukup tentang persoalan tertentu seperti sejarah dan hukum. Juga ketika disinggung tentang leluhurnya yang bernama Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

    Ketika berbicara tentang Lailatul Qadar, Ibrahim menyitir ucapan Imam Ali bahwa sebaik-baiknya kedudukan adalah orang yang ikhlas. Orang yang ikhlas akan menjadi kekasih-Nya.

    original from algembira.com
    By: SaudAlkaff 7 July 2007
    Category: History
    Read More | Comments (6)
    The (Alkaff) Arcade
    The Arcade or the Alkaff Arcade was built in 1909 by the � Alkaff family, one of three great Arab property owners in � Singapore then. The Alkaff sold the Arcade in 1962 to Singapura � Developments for $12 million.  Hailed as Singapore's � best-known waterfront landmark, it was demolished in 1978. � Currently, the site of the old Alkaff Arcade is home to the new � Arcade that was completed in 1981.
    By: Jawaad 10 May 2007
    Category: History
    Read More | Comments (1)
    The Alkaff Mansion
    altSymbol of affluence of Arabs - pioneers, businessmen, property owners, traders and patrons of education and charities who have contributed from the earliest times toward the prosperity of Singapore.

    The Alkaff Mansion is located at Telok Blangah Green encompassing an area of 780 square metres and overlooking a beautiful park of 19 hectares with the sea down below. Thus the Mansion commands a panoramic view.

    The Mansion was owned by the Alkaff family whose ancestors arrived in Singapore from Indonesia in 1852; the first to come was Shaik bin Abdul Rahman. The Alkaffs were great traders who had a lucrative business between India and Indonesia in spices, coffee and sugar. Later the Alkaffs were also involved in property business.


    By: Jawaad 10 May 2007
    Category: History
    Read More | Comments (0)
    Masjid Alkaff Kampung Melayu
    New and online and success :
    Asal Masjid Alkaff Kampung Melayu adalah di Jalan Abdul Manan (tapaknya kini didiami Sekolah Menengah Bedok North), dibina pada tahun 1932 dan dirobohkan pada tahun 1994.

    Pada 29 Jul 1995 bersamaan dengan 1 Rabiulawal 1416H, Masjid Alkaff Kg Melayu dibuka rasmi oleh yang berhormat, Ahli Parlimen Encik Zulkifli Mohamed, di tapak baru, berhadapan dengan Kaki Bukit Centre (Prison School), di 200 Bedok Reservoir Road.


    Masjid Alkaff Kampung Melayu

    alt
    Masjid Alkaff Kampung Melayu was the 10th mosque to be built under the Mosque Building Fund Program in Singapore. The old mosque with the same name at Jalan Abdul Manan, which was built in 1932, was demolished to make way for the new mosque. Located presently at a different site at 200 Bedok Reservoir Road, it occupies an area of 3,000 square metres and can accommodate 3,000 worshippers at one time. The mosque had cost $5.6 million to build and was officially opened in Nov 1994.

    By: Jawaad 3 May 2007
    Category: History
    Read More | Comments (1)
    Menjelajahi Kampung Arab di Negeri 'Singa'
    Tidak hanya di Indonesia terdapat kampung Arab seperti Pekojan, Krukut dan Tanah Abang. Singapura juga memiliki Kampung Arab. Seperti Arab Street di Kampung Glam, tempat Masjid Sultan yang dapat menampung lima ribu jamaah. Tapi seperti juga di Krukut (Jakarta Pusat) dan Pekojan (Jakarta Barat), di Arab Street dan sekitarnya kini sudah tidak banyak lagi kita jumpai keturunan Arab. ''Hanya tinggal namanya saja Arab Street,'' kata seorang pria setengah baya keturunan Arab kepada penulis.

    Pemerintah Singapura, dalam upaya harmonisasi penduduknya, mengharuskan mereka tinggal bersama antar beragam etnis dan agama di flat-flat. Padahal Singapura yang dibangun Raffles 1819 pernah menjadi pusat persinggahan para imigran Arab sebelum mereka tiba di Indonesia. Ini terjadi sejak 1870 ketika pelayaran dengan kapal uap antara Timur Jauh dan Arab mengalami perkembangan pesat. Sejak itulah perpindahan penduduk dari Hadramaut ke Nusantara menjadi lebih mudah.

    Selain tempat persinggahan, Singapura juga jadi tempat menetap para imigran dari Hadramaut. Kalau di Indonesia, Belanda mengangkat kapiten Arab sebagai kepala koloni masyarakatnya, di Singapura dan juga Malaysia tidak memiliki kepala koloni. Mereka berada langsung di bawah kekuasaan Inggris (LWC van den Berg).

    By: Jawaad 23 January 2007
    Category: History
    Read More | Comments (0)
    Home | Register | Add news | New on the site | Statistics This web use English and Indonesian language.
    Copyright © 2007 ELKAFF. All Rights Reserved